Showing posts with label sehari-hari. Show all posts
Showing posts with label sehari-hari. Show all posts

Sunday, 26 October 2014

Aku, Bapak & Motor Vespa

Saya teringat beberapa tahun silam ketika saya menduduki bangku SMA. Saya merengek meminta Bapak untuk dibelikan sebuah sepeda motor bebek alih-alih motor bebek saya malah mendapatkan sebuah motor vespa ala pak Guru. "jangan motor bebek, ini aja. kalo bebek bahaya" kata Bapak. Alasannya karena motor bebek merupakan motor incaran maling dan motor itu punya kecepatan yang tinggi dibandingkan motor vespa. Saya berpikir..mmm... ok, tidak apa-apa. Walaupun sebenarnya saya tahu bahwa Bapak tidak punya uang untuk membeli sebuah motor bebek, karena memang terlalu mahal bagi kami. :)) 

Motor vespa yang Bapak beli sekitar 1-2 juta ini adalah motor yang pertama kali saya gunakan buat belajar mengendari motor. Sungguh pengalaman yang menyenangkan kalau mengingatnya. Motor vespanya sering mogok dan tidak ada tenaganya, kalau boncengan pada saat jalan tanjakan maka yang dibonceng harus turun terlebih dahulu dan mendorongnya, barulah tuh motor bisa berjalan menanjak. hehehe.

Hal yang paling menakutkan adalah ketika motor itu mogok di tengah malam buta. Ini pernah terjadi, jam 11 malam motor yang saya kendarai mogok di tengah jalan buta yang sepi. Jarak ke rumah pun masih sangat jauh. Ok.. saya mulai panik, bagaimana jika motor ini tidak hidup, satu-satunya yang mungkin saya lakukan adalah menelpon Bapak, tapi sudah tengah malam, tidak mungkin saya mengganggu tidurnya Bapak. Terlebih saya harus mencari wartel dahulu, kala itu saya belum memiliki handphone. Lagi pula mana ada wartel pada saat itu. mungkin sudah banyak yang tutup karena setiap orang sudah memiliki handphone. paling satu-satunya cara adalah mencari telpon umum koin-an. Haha. Terpaksa saya mengutak-utik motornya sendirian. Dan simsalabim, motor hidup dan berjalan dengan mengadat-ngadat. Hingga tak jauh dari rumah motor kembali merengek, tapi tak apa saya hanya mendorong sedikit saja. Karena rumah saya sudah terlihat, heehee.

Motor Bapak

Sudah dua kali saya di stop oleh polisi ketika berboncengan bersama Bapak naik motor Vespa. pertama kali adalah ketika kami hendak membeli sesuatu. Seorang polisi yang tidak lebih muda dari saya. Ia akan menilang kami tapi ujung-ujungnya kami berdamai ditempat..haha. saya lupa berapa uang yang saya keluarkan untuk polisi itu. entah 50 - 100 rebu uang saya hilang gara-gara STNK motor yang sudah mati. Yang kedua adalah saat saya menuju Bandara Soekarno Hatta. Beruntung bahwa polisi ini engak menilang dan berdamai ditempat, mungkin ia tahu kalo kami berdua tidak punya uang. haha.

Kecintaan Bapak akan vespa ini terbukti, kini ia mempunyai 4 buah motor vespa yang menurut saya tidak bisa dipakai jalan jauh. Mungkin dari 4 Vespa hanya satu yang bisa dipakai untuk jalan jauh, yang lain cuma menjadi barang tak terpakai. Semua barang-barangnya yang berhubungan dengan vespa berantakan di depan rumah. Saya sudah tidak bisa lagi membedakan mana barang yang terpakai mana yang tidak. 

Beruntung Bapak, kini anak-anaknya sudah bekerja semua. Tidak ada yang menganggur. Adik saya pun sudah dapat membeli sebuah motor matic dengan keringatnya sendiri. Motor itu kerap digunakan Bapak untuk berpergian. Mungkin itu satu-satunya motor yang layak dipakai diantara yang lain. haha. karena motor vespa yang lain itu kerap mogok. Saya bukannya tidak cinta terhadap vespa tapi vespa itu mempunyai kebutuhan yang lebih dibandingkan motor-motor lain. Kalo tidak jago merawatnya ia menjadi rewel. Ibaratnya seperti mempunyai pacar seorang pesolek. Mahal biayanya merawatnya dikit-dikit butuh polesan, *ketok kepala pake palu.

Saturday, 25 October 2014

I Hate Monday

Saya selalu merasa bahwa saya berada di suatu lingkaran kehidupan yang gila. Lingkaran itu berputar dan terus berputar seperti sebuah roda besar. Saya selalu berpikir dan bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana saya bisa menjalani suatu kehidupan yang sangat monoton seperti ini. Kenapa saya tidak memliki keberanian untuk keluar dari apa yang telah menjadi kebiasaan saya. Seandainya saja ada di dalam hati ini saya memiliki keberanian. Saya ingin sekali keluar dari rutinitas dan melakukan hal-hal saya pikir sangat luar biasa.

Saya ingin keluar dari rutinitas saya dan pergi ke hutan rimba. Merasakan hidup dan berserah diri kepada alam. Mengajarkan anak-anak rimba membaca dan menulis. Membacakan mereka cerita-cerita kepahlawanan dan mendongengkan mereka kisah-kisah putri dan pangeran tampan yang tentunya bisa saya ambil dari mbah google.



Saya ingin setiap bangun pagi hari merasa bersemangat. Bukan mengeluh dan berkeluh kesah, berteriak "damn, hari ini kerja lagi". Ini adalah problem saya, "saya mengutuk hari senin, dan bersuka cita pada hari jumat", Entah apakah ini terjadi pada diri saya saja atau orang lain juga. Saya pikir tadinya ada yang salah dengan kerjaan saya, tapi ternyata tidak. Bekerja kantoran, memang seperti itu. Yang salah ada di diri saya sendiri. Saya selalu dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan yang akan saya selalu bawa menjelang tidur "apa yang telah saya perbuat hari", Jika saya jawab saya melakukan menulis konsep surat. Kemudian esok harinya saya kembali bertanya, dan saya menjawab lagi bahwa hari ini saya menulis konsep surat seperti kemarin. esoknya saya kembali menjawab saya menulis surat kembali. Jika itu terjadi hingga hari jum'at. Maka celakalah saya, karena saya telah menghabiskan 20 hari saya dengan melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya, Apa kontribusi saya buat orang. Nihil. Saya hanyalah sebagian titik dari perusahaan besar yang berjalan bagaikan truk gandengan, Jika saya tidak ada, truk besar itu dapat berjalan dengan laju dan cepat..

Badan saya terasa tercambuk oleh perkataan Rene Suhardono "It is (not) what you're good at. It is what you enjoy the most !". Saya kembali menelusuri setiap mimpi yang masih saya pendam, apa yang saya sukai sebenarnya. Bukankah itu yang seharusnya kita lakukan setiap hari. Dengan begitu tidak ada lagi teriakan "I hate Monday". Bekerja pun bukan lagi sebuah beban, tapi menjadi area bermain. Seperti anak kecil mereka hanya jago bermain dan menghabiskan waktu. Karena yang ada dipikirannya adalah bermain dan sepenuhnya mereka habiskan untuk bermain.

Thursday, 23 October 2014

Hakuna Matata

Hakuna Matata, saya baru teringat lagi kata-kata ini. Saya sudah pernah mendengar kata itu  lama sekali sebelum Pangeran Diponogoro menjadi terkenal seperti sekarang ini. Saya akui ini memang salah satu kesalahan saya menjadi tua dan pelupa. Saking pelupanya, sampai-sampai ketika bangun tidur saya kaget kenapa saya sudah tidak memakai selimut (gigit jempol).

Hakuna Matata adalah suatu kata-kata ajaib layaknya lah tahzan. Walaupun esensinya hampir sama tetapi pada kenyataannya kata Hakuna Matata ini tidak terkenal seperti lah tahzan. Jika dipikirkan baik-baik kata ini mirip sekali dengan nama arti yang lagi terkenal cita citata yang mempopulerkan lagu "sakitnya tuh disini" atau jangan-jangan mereka adalah saudara (eeeh..!).

Berasal dari bahasa Swahili artinya adalah "jangan khawatir". Pertama kali di populerkan oleh film kartun walt disney yaitu Lion King. Saat ini sudah mulai banyak sekali kata-kata yang diawali "jangan". "Jangan khawatir", "jangan bersedih", mungkin nanti akan muncul kata "jangan ngupil" dengan menggunakan bahasa Jimbabwe.

Hakuna Matata, sebenarnya adalah kata yang mudah sekali untuk diingat. Karena Kata tersebut mengalami pengulangan. Seperti kupu-kupu, laba-laba dan lain-lain (Mmmm...).

Monday, 8 September 2014

Memanusiakan diri

Hari ini saya pulang dari kantor berjalan kaki. Saya memang sengaja memilih berjalan daripada naik kendaraan, karena saya ingin hidup sehat. Mengingat badan saya yang makin hari makin melebar ke kiri dan ke kanan tak karuan seperti bus metro mini jakarta. Sehingga saya berjanji kepada pria yg setengah gendut yang selalu ada di depan kaca ketika saya menyisir "mulai hari ini  harus hidup sehat. titik." Haha..

Jarak kantor ke rumah dinas yang saya tempati tidak begitu jauh. Lurus, kemudian belok ke kanan lalu nyemplung ke selokan. Loh itu bukan rumah dinas saya, itu selokan yang ada di depan rumah, rumah yang saya tempati ada di depannya. 

Saya berjalan seorang diri. Ditempat saya ini jarang sekali orang yang melakukan sesuatu dengan berjalan kaki. Mereka lebih senang menggunakan kendaraan. Mau ke warung yg jaraknya cuma sejengkal tangan saja harus naik motor. Mungkin itulah salah satu penyabab saya jadi tambah lebar kayak doraemon. #tepokjidat.

Biasanya kalo sudah jalan sendiri seperti ini pikiran saya kemana-mana. Sepertinya mereka mau copot dari kepala lalu terbang ke langit-langit dan engak mau balik-balik lagi. Lupa Bbm, lupa sms apalagi ngirim surat lewat kantor pos. ck..ck..

Pikiran saya teringat oleh video youtube yang saya tonton sebelum pulang kerja. Seorang perempuan berbikini kemudian menari-nari lalu.. Loh.. bukan yang ini, tapi sesudah video ini. Video-nya Yohanes Surya, nah ini baru bener. 

Yohanes Surya adalah seorang fisikawan Indonesia. Dia berhasil mengantarkan putra putri indonesia mendapatkan penghargaan matematika di ajang nasional maupun internasional.  Pada video yang saya tonton dengan durasi sekitar16 menit ini diambil dari salah satu program TedX indonesia. Tempat dimana seseorang yang memberikan inspirasi serta memberikan perubahan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. 
Yohanes Surya
Sepertinya saya tidak perlu cerita panjang lebar seperti apa isi video itu. Tapi hal-hal yang ia lakukan telah menanamkan pertanyaan-pertanyaan besar di kepala saya. Apa yang sudah saya lakukan terhadap orang-orang sekitar saya? Apakah saya memberikan dampak yang positif bagi mereka? Apa saya membuat mereka bahagia? Apa yang bisa saya bagi / share buat mereka yang ada disekitar saya? Apakah saya berguna untuk orang-orang disekitar saya? Dan lain-lain sebagainnya.

Saya adalah orang yang beruntung. Tapi sifat dasar manusia masih tertancap di jiwa saya yang buruk ini. Saya pelit dengan ilmu, terkadang hati saya dihantui dengan kecemburuan dan iri hati. Saya jauuh dari sempurna. Masih banyak hal yang harus saya pelajari dan perbaiki di dalam diri ini. Terkadang saya malu sendiri jika melihat atau mendengar suatu kebaikan yang dilakukan orang lain kepada sesama. Kebaikan kecil tapi sangat berdampak besar bagi mereka. Sedangkan saya belum bisa melakukan hal-hal seperti itu. Apakah anda bahagia setelah membaca tulisan ini? Apakah anda mendapatkan informasi yang menarik dari tulisan? Tuh kan.. pasti dua pertanyaan tersebut jawabannya adalah mau muntah atau lempar komputer ke sungai.

Hal-hal kecil itu bisa berupa apa saja. Misalnya seperti Ucapan selamat pagi, terima kasih, permintaan maaf, melemparkan senyuman buat bapak-bapak berkumis yang lagi baca koran (Looh..!!) Membantu nenek jompo yang mau menyeberang sungai (Eehhh...!!) sms mesra seperti "aku sayang kamu" buat si pacar (walaupun belum tentu dibalas, cuma di read doang.. haha) tapi jangan berkecil hati semua itu akan menimbulkan dampak yang sangat.. sangat.. berbeda buat hari-hari kita. Hehe.

Yang penting cuma satu, lakukan saja hal yang positif / kebaikan dan kebaikan itu akan berbalik kepada kita sendiri. Dan tidak hanya itu hal-hal kecil itu bisa saja sangat berarti bagi seseorang. Senyuman kita bisa aja menceriakan rekan kerja kita yang lagi pusing gara-gara kerjaan. Atau meringankan sahabat yang lagi galau karena kekasihnya selingkuh.

Saya sudah berada di samping selokan rumah. Sebelum saya sampai perkarangan rumah saya teringat oleh kata penutup Yohanes Surya "Ada harapan bagi mereka yang putus harapan. Selalu ada harapan".



Saturday, 12 July 2014

Sahabat

Pagi sekali saya terbangun, melihat jam di telepon seluler saya, waktu menunjukkan pukul 02.55 WIB. Antara sadar dan ngantuk saya langsung mengirimkan pesan singkat untuk seorang sahabat. menanyakan jadwal pesawat yang membawanya pulang ke kampung halamannya, Surabaya. Ia menjawabnya dengan singkat, tipikal dirinya, selalu bertolak belakang dengan saya yang kadang-kadang suka pecicilan kayak orang cacingan kecuali soal makanan. 

Dengan dirinya saya tidak pernah bisa menolak ajakannya untuk keluar rumah. Entah kenapa, walaupun badan pegal, capek sehabis pulang kerja saya selalu saja meng-iyakan. Jika sudah mengajak keluar, tujuannya cuma satu, makan makanan enak. Engak heran bahwa dirinya yang dulu seorang resimen dari Sekolah Tinggi Penerbangan kini badannya semakin melar. Kerjaanya kalau udah sampai rumah cuma satu, buka internet dan browsing blog otomotif.

Dari hidup sebagai bujangan hingga ia sudah memiliki anak kembar yang lucu saya telah mengenalnya. Pernah sekali ia menunjukkan surat cinta kekasihnya kepada saya, ia memaksa kalau saya harus membaca-nya. "bagus banget, loe harus baca, ini cewek gua yang nulis" katanya. Kadan-kadang saya menemukannya dia sedang bertelepon ria menggunakan bahasa jawa, kalau sudah seperti ini indikasinya cuma 2 hal, sedang menelepon orang tua atau menelepon kekasihnya.


Keinginannya sewaktu pertama kali bertemu dengannya cuma satu. Ia mengatakan bahwa ia ingin pergi dari tanah Borneo dan kembali ke kampung halamannya, berkumpul bersama keluarga dan kekasihnya. Ia berkata kepada saya, bahwa harta dan karir bukanlah masalah, selama bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Kenapa harus bekerja jauh sekali untuk mendapatkan uang, sementara kita meninggalkan keluarga dan orang-orang dekat dengan kita.

Hingga akhirnya keinginannya tercapai atas usahanya yang keras selama 4 tahun. Saya merasa kehilangan. Sudah engak ada lagi teman yang ngajakin saya makan-makanan enak tanpa mikirin biaya yang dikeluarkan.

Ternyata kita lebih merasakan kehilangan ketika seorang sahabat pergi dibandingkan kehilangan seorang kekasih. Sumpah engak bohong...haha. Kalau dipikir-pikir memang seperti itu kali ya. Kalau mau bicara jujur pria itu lebih senang diajak ngumpul dan melakukan kegiatan bersama para sahabat-sahabatnya dibandingkan dengan kekasihnya. Makanya ketika mereka di tinggal sahabatnya mereka lebih merasa kehilangan. 

Ada hal yang membuat kita bahagia yaitu ketika orang-orang terdekat dapat menggapai apa yang diinginkannya. Walaupun kita tahu bahwa kita akan kehilangan dirinya ketika dia mendapatkan apa yang diinginkannya selama ini. 

Jika saya bisa memilih saya merasa lebih baik bila mempunyai sedikit teman tapi bisa dipercaya dan seru diajak jalan daripada banyak tapi tidak satupun peduli satu sama lain.

 

Monday, 11 November 2013

Donor Darah

Baru kemarin sama bersama teman saya pergi ke Palang Merah Indonesia. Tempatnya berada dipusat kota. Tidak jauh dari mall. Di PMI yang letaknya di ibu kota provinsi kalimantan ini sepi sekali pengunjung berbeda sekali dengan ketika kita memasuki UGD rs negeri, pasti telinga kita langsung disuguhi oleh teriakan pasien yang terlantar karena tidak mendapatkan ruang. Saat ini hanya Sedikit sekali orang yang mau mendonorkan darah. Sebagian orang mendonorkan darahnya hanya karena sang pasien adalah orang yang dikenal oleh sang pendonor. Maka dari itu sekarang sangat sulit mencari darah yang dibutuhkan karena hanya sebagian saja orang yang memiliki jiwa dan kesadaran sosial untuk mendonorkan darahnya. Coba deh bayangkan jika indonesia yang mempunyai populasi sebanyak 230 jt orang ini mau mendonorkan darah. Waaaw... pasti orang yang sedang memerlukan darah untuk keperluan medis tidak akan sulit ya.. 



Teman saya ini rajin sekali mendonorkan darah. Kebetulan sekali ketika dia sedang mendonorkan darahnya ada seorang bapak berbalut jaket dengan muka yang yang kuatir tergesa-gesa bertanya dan menceritakan kepada petugas donor jika dia sedang membutuhkan darah bergolongan B. Si Bapak dengan jaket dan celana panjang berwarna hitam menceritakan tentang anaknya yang akan menjalani operasi gigi. Operasi tersebut dilakukan untuk mencegah gigi sang anak yang tumbuh ke dalam karena dikhawatirkan akan menggangu saraf-sarafnya. Kebetulan sekali teman saya ini mempunyai golongan darah yang sama dengan anak sang Bapak. Bapak berjaket hitam itu memohon kepada teman saya untuk meminta darah. Tentu saja teman saya ini dengan senang hati memberikannya. Kemudian petugas donor itu mencatat nama pasien di suatu kertas, yang mungkin akan ditempelkan pada kantong darah teman saya. Bapak itu menunggu di ruang tunggu hingga teman saya selesai di donor. 10 menit kemudian teman saya keluar dari ruangan dengan bekas suntik ditangan kanannya  dengan sigap Bapak berjaket itu berdiri dan menyalami teman dengan mata yang berkaca-kaca.

Lihatkan... coba perhatiin deh.  Suatu tindakan kecil seperti itu mampu menyelamatkan satu nyawa manusia. Berbagi adalah sesuatu hal yang membuat kita bahagia, dengan berbagi pasti akan berguna bagi orang-orang disekitar kita. Sekecil apa pun hal itu pasti akan berdampak besar bagi orang-orang yang menerimanya. Kenapa kita tidak mulai dari sekarang dengan berbagi hal-hal yang positif. Mulai dari yang kecil. Mulai dari diri kita sendiri. Kita memang tidak bisa menolong semua orang yang ada di dunia. Tapi setidaknya kita dapat meringankan beban dan membantu orang-orang yang ada disekitar kita, dekat dengan kita. Ayo mari kita berbagi... Berbagilah untuk hal-hal yang positif.

Sunday, 10 November 2013

Street Compliments

Engak banyak orang memberikan compliments yang benar-benar dari hati, engak jarang juga isinya cuma basa-basi doang. ini adalah salah satu hal hebat yang pernah gua liat di youtube. Semua dibuat dengan jujur seharusnya compliment seperti itu, jujur dari hati bukan sebuah basa-basi yang membosankan.

Tim Soulpancake mempunyai ide yaitu dengan menyampaikan compliments kepada seseorang yang dekat dengan kita. Ide-nya cukup sederhana yaitu dengan membuat sebuah box yang berisi mic, dilain sisi ada sebuah headset besar tempat orang menerima suara dari mic yang berasal dari box sebelahnya. Coba aja simak Street Compliments yang satu ini. salah satu video dari Tim Soulpancake.


Take a Seat - Make a Friend

Apa yang terjadi jika dua orang asing yang tidak saling mengenal saling berbagi mengenai hal-hal kehidupan. Aneh memang, mungkin akan sedikit kikuk, karena dua-duanya tidak mengenal satu sama lain, Tapi percaya deh, hal apapun itu akan terasa lebih ringan jika kita mampu berbagi dengan seseorang. Coba perhatiin deh video dari youtube ini.


Friday, 8 November 2013

Dream Job

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti pelatihan Bahasa Inggris dan secara kebetulan materi yang diberikan adalah dream job. Peserta yang hadir adalah teman-teman saya sendiri. Semua yang hadir di ruangan itu sudah saya kenal karena kami memang bekerja ditempat yang sama walaupun berasal dari bagian yang berbeda. Kebetulan si pembimbingnya ini menanyakan kepada setiap peserta kursus "what is your dream job?". pertanyaannya memang simple, dan semua orang bisa menjawab dengan mudah. Satu hal yang membuat saya terkejut adalah jawaban yang berasal dari teman-teman saya ini. helloo..... saya sudah dua tahun bekerja bersama mereka tapi sampai sekarang pun saya tidak pernah tahu pekerjaan apa yang benar-benar mereka impikan. Lucu sekali, padahal setiap hari saya bertemu dengan mereka, bertatapan, berbincang, dan berguling-guling bersama mereka...LOH?? tapi saya tidak pernah tahu pekerjaan seperti apa yang mereka inginkan.
 
 
Salah satu teman saya yang juga satu ruangan dengan saya mengatakan bahwa dream job-nya adalah menjadi seorang football player. Aneh sekali bukan, kenapa saya baru tahu saat ini. Bermacam-macam dream job yang mereka utarakan, ada yang berkeinginan menjadi pilot, accounting, pegawai bank, ataupun ada yang mempunyai impian sejak ia masih kecil untuk menjadi seorang arsitek. waaah... saya tidak pernah tahu sama sekali bahwa teman-teman saya itu dengan segala keanehan yang mereka miliki mempunyai dream job yang sangat luar biasa. sungguh mereka semua patut diacungi jempol.
 
Lalu sebenarnya apa sih Dream Job itu? Dream job itu engak harus yang tinggi-tinggi atau pun menghasilkan pendapatan yang besar. Dream job itu sebenarnya adalah suatu hal atau pekerjaan yang benar-benar ingin kita lakukan. Pekerjaan atau hal dimana ketika kita melakukan hal tersebut membuat kita merasa senang dan seberat apapun hal itu, kita tetap dengan senang hati akan melakukannya. Jika kita merasa senang dengan apa yang kita lakukan/kerjakan pasti kita engak akan pernah merasa letih apalagi mengeluh. Semuanya pasti berjalan dengan fun dan seru. Bayangkan coba, kalau setiap hari kita tidak seperti bekerja, kita seperti layaknya orang yang sedang asik bermain saja dengan melakukan hal memang benar-benar kita ingin lakukan. Seru banget kan, kalau bisa seperti itu. Setiap hari kita engak perlu merasa terbebani dengan pekerjaan yang menumpuk, yang ada justru seru-seruan tiap hari. Coba kalau kita engak suka sama pekerjaannya, tiap hari ngeliat meja kerja dengan tumpukan kertas-kertas kepala kita jadi langsung mumet. Belum lagi ngedengerin bos kita yang ngoceh melulu. Lalu ada teman seruangan yang jorok banget, buang tisu bekas ingus di depan komputernya. dan itu terjadi setiap harinya..Nah Looh. 
 
Tapi memang engak semua Dream Job itu benar-benar bisa tercapai. Hanya sedikit orang yang benar-benar bisa mendapatkan. Bagaimana kok bisa? karena orang itu malas dan takut untuk mencoba. Coba deh perhatiin, mereka tuh cuma bisa menghayal doang, (ya seperti gua ini lah). Dalam pikiran mereka, mereka cuma membayangin betapa menyenangkannya kalau bekerja dengan melakukan hal yang mereka sukai. Mereka mempunyai keinginan itu tapi mereka tidak pernah punya keberanian utnuk mewujudkannya.

Dan memang harus diakui bahwa semua orang pasti mempunyai sebuah pekerjaan impian. Pekerjaan yang memang benar-benar berasal dari kemauan dalam diri, dari hasrat diri masing-masing individu. Suatu pengharapan, dan biasanya memang engak semua "Dream Job" itu berhubungan dengan pendapatan (uang). Semua orang mempunyai kriteria dream job-nya masing-masing. Selama kamu mengikuti passion kamu dan kamu sangat mencintai apa yang kamu lakukan disitulah dream job kamu. Jadi tunggu apa lagi ayo cari Dream Job kamu? jangan menunggu hari esok, lusa atau tahun depan, mungkin inilah saatnya bagi kamu untuk mengambil sikap dan langkah. Cuma kamu yang tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan dan apa yang kamu ingin lakukan.

Saturday, 5 October 2013

Life and Dreams

Kalau kata teman saya hidup itu seperti roda. Berputar dan terus berputar. Dia beranggapan bahwa semua pasti berjalan layaknya roda sepeda yang berputar  Dulu yang setiap hari sehat bisa saja jadi sakit. Dulu yang menjadi bos bisa aja jadi bangkrut dan jadi bawahan. Ada juga yang dulunya petani kemudian menjadi seorang Juragan tanah.

Siapa yang bisa menebak hidup kita akan menjadi seperti apa. Seperti apa pun yang kita impikan hanya kita sendirilah yang dapat mewujudkan. Bukan orang lain. Hanya mereka yang berkemauan keras dan kegigihan akan harapan yang akan menuntun langkah mereka kepada impian-impiannya.

"The biggest adventure you can take is to live the life of your dreams" - Oprah Winfrey
 
Saya setiap minggu selalu berlari di lapangan GOR. Dan saya selalu berpikir mungkin hidup itu sama seperti halnya kita berlari. Mereka berlari menuju satu arah dan tujuan yang sama. Sekencang apa pelari itu akan berlari hanya mereka sendiri yang menentukan. Dan jika kita berhenti karena lelah yang lain akan menyusul mendahului kita. Seletih apa kita menguras tenaga hanya kita yang merasakan. Dan tanpa kita sadar, sebenarnya kita sendiri yang akan menentukan garis finish untuk diri kita sendiri. Saya hanya perlu cukup berkata kepada diri saya sendiri "yaa, ini garis finish saya, saya cukup sampai disini" dan berakhirlah hidup dan impian saya saat itu. Saya tinggal duduk dan menikmati mereka yang berlari mengejar dan yang mendahului saya.

Setiap diri kita adalah seorang pelari. Mereka meneteskan keringat mereka untuk mencapai garis finishnya masing-masing. Saat Kita berlari semua hal yang ada di pikiran akan hilang. Saat itu yang tersisa hanya letih di kaki. Kita hanya bisa mendengar nafas kita yang tak beraturan, jantung yang berdenyut cepat, yang terus kita pacu, serta keringat yang terus bercucuran. Hanya itu yang kita pikirkan, tidak ada yang lain, hanya itu.

Mungkin hidup seperti itu. Seperti kita berlari, hanya kita yang mengerti kemana langkah kita  melangkah. Hanya kita yang tahu dimana garis finishnya.

Sekarang ikat sepatumu kawan, ayo kita berlari sejauh yang kita bisa, seletih-letihnya, mari kita mengejar impian-impian kita yang masih tertanam di dalam diri. Impian-impian itu masih disana, masih menunggu kita, mereka disana untuk kita raih.

Tuesday, 27 August 2013

Single

Semalam gua bbm-an sama teman gua. Awalnya gara-gara gua bikin status di bb "kalo lama-lama kayak begini, gua bisa gila *icon mahkluk bulet kuning sambil tutup mata -can't watch. Itu bukan eek kucing, tapi memang ada icon makhluk bulet kuning di bbm (sampai sekarang gua masih heran, kenapa tuh mahkluk engak punya tangan sama kaki, kuping aja engak punya).

Di bb, gua liat lampu merah "led notification" bahasa kerennya berkedip-kedip. Kemudian tangan gua yang lemah gemulai, halus, lentik dan panjang2 mencoba meraihnya (gillaaaa... lebaay banget bahasanya yaa. Heeee). Setelah gua buka and gua baca tulisannya "gila asmara? Dengan icon mahkluk bulet kuning lagi ketawa lebar. Terus gua bales aja :

Gua : "tahu nih..  gila karena engak dapat2x"
Teman gua : "biarin, yang penting usaha *icon mahkluk kuning bulet senyum unyu-unyu (iiiisshh... timpuk juga nih si eek bayi) gengsi mah belakangan. katanya
Gua : *icon si kuning ketawa lebar
Teman gua : gua juga... pusing gua, bosen ngeliat film *glodok melulu (red : bok*p).
Gua : icon makhluk buatan sendiri lagi getuk kepala mahkluk yg juga buatan sendiri.

A man with a heart
Jadi hikmah cerita di atas ini adalah (allhamdullilah,.. gua bisa juga kultum kayak ustad-ustad yg ada di tipi). Cinta itu engak tiba-tiba jatuh turun dari langit kayak bintang jatuh... hellooo... hidup ini bukan sinetron ABG yang pemeran utamanya selalu bisa meluluhkan cewe kece. Cinta itu harus dikejar, tapi kejarnya jangan sambil tutup mata. Nanti malah jatuh nyungsep dan berdarah akhirnya mati kehabisan darah gara2 ngejar tuh cinta. Eeh... kita lagi ngomongin apa sih, nih artikel judulnya kan single, terus kenapa gua ngomongin cinta-cintaan. Aaah.. hampir sama kali yaa..... haaaa.

Thursday, 22 August 2013

Santai..........

Kalau dipikir-pikir hidup itu sederhana. Kalau lapar ya makan, kalau ngantuk ya tinggal tidur, kalau mau beol ya tinggal beol aja. Gampang kan.. Ngak ada yang susah sebenarnya. Yang bikin hidup itu susah dan ribet ya kita sendiri sebenarnya.

Biasanya kalau udah ngak dapat dan ngak sejalan dengan apa yang kita inginkan lalu kita mengeluh. Mengeluhnya pun parah, kita tulis di facebook, di twitter, sampe seisi dunia tahu. Apalagi cewe atau cowo ababil, buset deh, tuh status facebook isinya masalah percintaan melulu "aku kangen kamu, aku rindu banget pengen ketemu kamu, kamu adalah satu-satunya api hidupku" seminggu kemudian putus...week cuiih. Kalau engak masalah kegalauan "malam minggu,..sendiri,..sepi,.." tiba-tiba setelah nulis kayak gitu di FB atau twitter ada yang balas "jalan nyuk, kita ngopi-ngopi" terus dibalas lagi sama dia "kemana? Ngak ah, enakan di rumah :) "... ( What the.....*aaaghh... Ngebenturin kepala ke tembok). Apa coba, tadi dia nulis... sendiri... Sepi... Di ajakin jalan malah ngak mau... Labil kan tuh kalau cewe kayak gitu.

Seringkali gua ketemu sama orang-orang yang gaya pemikirannya sangat sederhana. gua selalu dibuatnya manggut-manggut. kareng saking sederhananya dia ngak perlu mikir kalau dia lagi ada beban. misalnya sewaktu dia terlambat kerja. bos-nya bertanya ke dia "loe kok, jam segini baru datang?".. dengan santai tuh orang jawab "maaf pak, tadi ban motor saya kempes" jawab dia dengan santai. bagi sebagian orang terlambat kerja kek, atau pun kesalahan-kesalahan kecil, kerjaan setumpuk gunung kadang-kadang menjadi beban yang paling berat yang harus dipikul seumur hidup. Ada sebagian orang kalo terlambat sedikit aja ketakutannya setengah mati. sampai harus telp berkali-kali ke bos, terus ke rekan kerja agar seisi kantor tahu kalo dia bakal terlambat. Memang ngak salah juga sih, tapi yaa... namanya juga terlambat, santai ajaa lah, ngak harus kayak gitu-gitu amat juga kali.

Hidup itu sederhana sebenarnya cuma kitanya aja yang sering membuat susah. entah terlalu dipikirin, entah itu karena kita terlalu kuatir berlebihan, ataupun terlalu negatif thinking. Hal-hal seperti ini yang membuat hidup menjadi berat. jadi kita terlalu seperti banyak kerja atau masalah yang membebani kita. Padahal kalau kita mau sedikit saja duduk tenang dan mulai berpikir dengan jernih semua hal itu pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja kitanya ini terlalu berlebihan menanggapi masalah, Seakan-akan tuh masalah udah lengket banget kayak koreng di badan kita. Take it easy... semua orang pasti punya masalah. Aku, kamu, dia, mereka, kalian, bos kamu, bos mereka bahkan pencopet dan maling pun punya masalahnya masing-masing. jadi relax, hadapi semuanya jangan kabur, masalah ngak akan hilang kalau kita kabur... kalau merasa berat dengan masalah yang setumpuk, hadapi satu-satu. juga jangan selalu beranggapan kalau kita merupakan orang yang paling banyak masalah-nya. Dia antara kita mungkin ada yang menghadapi masalah jauh lebih berat dari kita tapi toh mereka masih bisa bernafas and ber-ha-ha-hi-hi...

Friday, 31 May 2013

Update status

Gua punya teman... Sebut saja mawar (26). Si mawar ini ngak pernah bisa lepas sama hp-nya. Ke kantor, ke kantin pasti hpnya dibawa-bawa. Jangan-jangan kalau beol dia masih sms, telp atau bbm-an sama teman. Kan ngak lucu kalo dia lagi asyiiikk beol sambil nelpon tiba-tiba ada bunyi plugg dengan birama 4/4 yang sangat cetar membahana seperti konde shariyem kedengaran di telp. Temannya yg di telp langsung nanya deh "suara apa tuh bro, kayak suara kompor mbeledug". "ooh.. Itu hanya suara cipratan air bro, ngak bahaya sih bro, cuma kaki gua aja yg kena cipratannya"...

Apalagi nih kalo lagi update status... Busyettt dah.. Parah beud dah tuh si mawar. Kalau ada masalah di kantor langsung tuh doi update status.. "Iih sebel deh, kenapa sih, bos nyuruh-nyuruh aku melulu", terus ada balasan dari pengguna lain "loh kamu lupa ya, kita kan temanan di facebook. Ya sudah cepat cari berkas yang saya minta...". "Maaf pak, iya saya cari"

Sunday, 5 May 2013

Lupa

Saya sering kali lupa. Pernah suatu ketika saya parkir motor di suatu mall. Saya hampir kelilingan nyari motor yang entah saya taruh dimana. Malu juga rasanya diliatin orang atau tukang parkir. Pernah juga suatu saat saya pergi ke gor buat olahraga setelah selesai. Saya cari motor saya sampai pusing tujuh keliling. Capek ngak ketemu-temu akhirnya saya duduk aja diwarung. Daripada lama-lama berdiri nyari-nyari motor nanti di sangka pencuri mendingan saya duduk dulu sekadar istirahat dan nunggu sepi dulu baru cari lagi. Berhubungan pada saat itu memang sedang diadakan jalan sehat. Sehingga ngak dibayangin buaanyaaknya motor yg parkir disitu.

Friday, 12 April 2013

Ultraman

Kemarin gua baru liat ultraman di youtube. Siapa yang ngak kenal ultraman coba, mereka yg hidup pas jaman yang sama dengan gua pasti kenal jagoan jepang yang satu ini. Ya kira-kira 25 tahun yang lalu gitu deh ( gileee... Tuirr banget ya gua, 25 tahun yg lalu gua udah nonton ultraman, gaban, sharivan dan kawan-kawannya. Kalo dipikir-pikir gua seharusnya uda punya anak dua kali yaa).

ultraman versi gua
Ultraman, makhluk raksasa super dengan pakaian kulit ketat yang didominasi warna merah kalo loe perhatiin lagi matanya itu besar kayak orang melotot dan bersinar. Diatas kepalanya ada kayak tanduk dan itu bisa menjadi senjata andalannya ultraman. Satu lagi yang menjadi ciri khasnya yaitu di dadanya ada lampu. Jadi kalo tenaganya udah habis tuh yee, Lampunya jadi kedap-kedip gitu kayak lampu disko.

Perjalanan pesawat

Udah lama banget gua ngak nulis di blog.. Beruntungnya saat ini semua dipermudah dengan adanya teknologi.

Jadi sekarang gua udah bisa nulis dan publish lewat mobile phone, gampang bener dah sekarang. Gua cukup download applikasinya lewat play store untuk Telepon ber-OS android.. Kemudian viollaa.. This is it gua bisa nulis and langsung publish tulisan gua dia blog.. Kereenn.. Walaupun lebih seru nulis di pc, tapi dari pada engak sama sekali.

Udaah cukup kali ya tentang blogger di telp genggam. Sekarang gua mau cerita tentang perjalanan gua naek pesawat. Walaupun gua tahu bakal ngak ada yg baca... Hahaha... Tapi gua ngak peduli, yg penting gua mau tulis and cerita daripada gua jadi gila gara-gara ngomong sama tembok...