Sunday, 16 November 2014

Jessabelle

Film ini dimulai dengan sebuah kecelakaan mobil yang menewaskan tunangannya dan melumpuhkan kedua kaki Jessie. Sehingga menuntun Jessie kembali ke kampung halamannya dimana ia dibesarkan. 

Di dalam rumah itu Jessie tinggal berdua dengan sang ayah. Karena Jessie menggunakan kursi roda, ayahnya menempatkannya di lantai dasar bekas kamar sang ibu yang telah meninggal ketika ia masih bayi. 

Hingga suatu hari, secara tidak sengaja Jessie menemukan sebuah video tape yang terletak dibawah kasur kamarnya. Video itu berisikan video sang ibu. Ia sedang membacakan ramalan menggunakan kartu tarot kepada Jessie yang saat itu masih di dalam kandungan. Dalam ramalannya itu berisikan kematian. Ia mengatakan bahwa Jessie telah mati (walking dead kah?)

Dihantui oleh rasa penasaran Jessie pun menyadari bahwa ia tidak sendiri di dalam rumah itu. Ia merasa ada sosok lain yang membayanginnya. Jessie pun dihantui oleh sosok yang tidak terlihat. sosok itu dalam bentuk perempuan yang jelek dengan gigi yang hitam-hitam seperti gigi manusia purba, hitam-hitam dan tidak terurus.

Jessabelle

Suatu hari sang ayah marah besar ketika melihat Jessie menonton video yang ditemukan dikamarnya. Ia berusaha membakar video-video itu, sayangnya tanpa sengaja tangannya ikut terbakar, dan secara kebetulan di dalam ruangan yang saya pikir sebuah gudang itu ada sebuah tangki minyak di dalamnya. Tiba-tiba pintu ruangan terkunci sendiri. Boomm... ruangan itu terbakar termasuk sang ayah.

Di pemakaman sang ayah, Jessie dipertemukan oleh seorang pria yang bernama Preston. Ia adalah bekas teman SMAnya. Kepada Preston, ia menceritakan semua hal yang dialaminya dari video dan hal-hal aneh yang dia lihat di rumah tersebut.

Bersama dengan Preston, mereka menemukan sebuah makam dengan tulisan Jessabelle di batu nisannya. Hingga akhirnya mereka menggalinya dan menemukan tengkorak bayi. Mereka melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian dan mengatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut secepatnya. Rasa penasaran menghantui Jessie, ia pun ditemani oleh Preston menyelusuri hal-hal yang masih menjadi misteri itu bersama.

Pada akhirnya ia mengetahui kebenaran yang disembunyikan selama ini. Bahwa tengkorak tersebut adalah anak dari perselingkuhan ibunya dengan pria lain. Hingga akhirnya sang ayah yang cemburu membunuh bayi tersebut dan mengadopsi Jessie. Sang Ibu yang telah mempelajari voodoo menanamkan kutukan kepada Jessie sebelum membunuh dirinya sendiri. Jessabelle-lah yang selama ini menghantui Jessie. Ia menginginkan raga dan tubuh Jessie.

Sunday, 26 October 2014

Aku, Bapak & Motor Vespa

Saya teringat beberapa tahun silam ketika saya menduduki bangku SMA. Saya merengek meminta Bapak untuk dibelikan sebuah sepeda motor bebek alih-alih motor bebek saya malah mendapatkan sebuah motor vespa ala pak Guru. "jangan motor bebek, ini aja. kalo bebek bahaya" kata Bapak. Alasannya karena motor bebek merupakan motor incaran maling dan motor itu punya kecepatan yang tinggi dibandingkan motor vespa. Saya berpikir..mmm... ok, tidak apa-apa. Walaupun sebenarnya saya tahu bahwa Bapak tidak punya uang untuk membeli sebuah motor bebek, karena memang terlalu mahal bagi kami. :)) 

Motor vespa yang Bapak beli sekitar 1-2 juta ini adalah motor yang pertama kali saya gunakan buat belajar mengendari motor. Sungguh pengalaman yang menyenangkan kalau mengingatnya. Motor vespanya sering mogok dan tidak ada tenaganya, kalau boncengan pada saat jalan tanjakan maka yang dibonceng harus turun terlebih dahulu dan mendorongnya, barulah tuh motor bisa berjalan menanjak. hehehe.

Hal yang paling menakutkan adalah ketika motor itu mogok di tengah malam buta. Ini pernah terjadi, jam 11 malam motor yang saya kendarai mogok di tengah jalan buta yang sepi. Jarak ke rumah pun masih sangat jauh. Ok.. saya mulai panik, bagaimana jika motor ini tidak hidup, satu-satunya yang mungkin saya lakukan adalah menelpon Bapak, tapi sudah tengah malam, tidak mungkin saya mengganggu tidurnya Bapak. Terlebih saya harus mencari wartel dahulu, kala itu saya belum memiliki handphone. Lagi pula mana ada wartel pada saat itu. mungkin sudah banyak yang tutup karena setiap orang sudah memiliki handphone. paling satu-satunya cara adalah mencari telpon umum koin-an. Haha. Terpaksa saya mengutak-utik motornya sendirian. Dan simsalabim, motor hidup dan berjalan dengan mengadat-ngadat. Hingga tak jauh dari rumah motor kembali merengek, tapi tak apa saya hanya mendorong sedikit saja. Karena rumah saya sudah terlihat, heehee.

Motor Bapak

Sudah dua kali saya di stop oleh polisi ketika berboncengan bersama Bapak naik motor Vespa. pertama kali adalah ketika kami hendak membeli sesuatu. Seorang polisi yang tidak lebih muda dari saya. Ia akan menilang kami tapi ujung-ujungnya kami berdamai ditempat..haha. saya lupa berapa uang yang saya keluarkan untuk polisi itu. entah 50 - 100 rebu uang saya hilang gara-gara STNK motor yang sudah mati. Yang kedua adalah saat saya menuju Bandara Soekarno Hatta. Beruntung bahwa polisi ini engak menilang dan berdamai ditempat, mungkin ia tahu kalo kami berdua tidak punya uang. haha.

Kecintaan Bapak akan vespa ini terbukti, kini ia mempunyai 4 buah motor vespa yang menurut saya tidak bisa dipakai jalan jauh. Mungkin dari 4 Vespa hanya satu yang bisa dipakai untuk jalan jauh, yang lain cuma menjadi barang tak terpakai. Semua barang-barangnya yang berhubungan dengan vespa berantakan di depan rumah. Saya sudah tidak bisa lagi membedakan mana barang yang terpakai mana yang tidak. 

Beruntung Bapak, kini anak-anaknya sudah bekerja semua. Tidak ada yang menganggur. Adik saya pun sudah dapat membeli sebuah motor matic dengan keringatnya sendiri. Motor itu kerap digunakan Bapak untuk berpergian. Mungkin itu satu-satunya motor yang layak dipakai diantara yang lain. haha. karena motor vespa yang lain itu kerap mogok. Saya bukannya tidak cinta terhadap vespa tapi vespa itu mempunyai kebutuhan yang lebih dibandingkan motor-motor lain. Kalo tidak jago merawatnya ia menjadi rewel. Ibaratnya seperti mempunyai pacar seorang pesolek. Mahal biayanya merawatnya dikit-dikit butuh polesan, *ketok kepala pake palu.

Saturday, 25 October 2014

I Hate Monday

Saya selalu merasa bahwa saya berada di suatu lingkaran kehidupan yang gila. Lingkaran itu berputar dan terus berputar seperti sebuah roda besar. Saya selalu berpikir dan bertanya kepada diri saya sendiri, bagaimana saya bisa menjalani suatu kehidupan yang sangat monoton seperti ini. Kenapa saya tidak memliki keberanian untuk keluar dari apa yang telah menjadi kebiasaan saya. Seandainya saja ada di dalam hati ini saya memiliki keberanian. Saya ingin sekali keluar dari rutinitas dan melakukan hal-hal saya pikir sangat luar biasa.

Saya ingin keluar dari rutinitas saya dan pergi ke hutan rimba. Merasakan hidup dan berserah diri kepada alam. Mengajarkan anak-anak rimba membaca dan menulis. Membacakan mereka cerita-cerita kepahlawanan dan mendongengkan mereka kisah-kisah putri dan pangeran tampan yang tentunya bisa saya ambil dari mbah google.



Saya ingin setiap bangun pagi hari merasa bersemangat. Bukan mengeluh dan berkeluh kesah, berteriak "damn, hari ini kerja lagi". Ini adalah problem saya, "saya mengutuk hari senin, dan bersuka cita pada hari jumat", Entah apakah ini terjadi pada diri saya saja atau orang lain juga. Saya pikir tadinya ada yang salah dengan kerjaan saya, tapi ternyata tidak. Bekerja kantoran, memang seperti itu. Yang salah ada di diri saya sendiri. Saya selalu dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan yang akan saya selalu bawa menjelang tidur "apa yang telah saya perbuat hari", Jika saya jawab saya melakukan menulis konsep surat. Kemudian esok harinya saya kembali bertanya, dan saya menjawab lagi bahwa hari ini saya menulis konsep surat seperti kemarin. esoknya saya kembali menjawab saya menulis surat kembali. Jika itu terjadi hingga hari jum'at. Maka celakalah saya, karena saya telah menghabiskan 20 hari saya dengan melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya, Apa kontribusi saya buat orang. Nihil. Saya hanyalah sebagian titik dari perusahaan besar yang berjalan bagaikan truk gandengan, Jika saya tidak ada, truk besar itu dapat berjalan dengan laju dan cepat..

Badan saya terasa tercambuk oleh perkataan Rene Suhardono "It is (not) what you're good at. It is what you enjoy the most !". Saya kembali menelusuri setiap mimpi yang masih saya pendam, apa yang saya sukai sebenarnya. Bukankah itu yang seharusnya kita lakukan setiap hari. Dengan begitu tidak ada lagi teriakan "I hate Monday". Bekerja pun bukan lagi sebuah beban, tapi menjadi area bermain. Seperti anak kecil mereka hanya jago bermain dan menghabiskan waktu. Karena yang ada dipikirannya adalah bermain dan sepenuhnya mereka habiskan untuk bermain.

Thursday, 23 October 2014

Hakuna Matata

Hakuna Matata, saya baru teringat lagi kata-kata ini. Saya sudah pernah mendengar kata itu  lama sekali sebelum Pangeran Diponogoro menjadi terkenal seperti sekarang ini. Saya akui ini memang salah satu kesalahan saya menjadi tua dan pelupa. Saking pelupanya, sampai-sampai ketika bangun tidur saya kaget kenapa saya sudah tidak memakai selimut (gigit jempol).

Hakuna Matata adalah suatu kata-kata ajaib layaknya lah tahzan. Walaupun esensinya hampir sama tetapi pada kenyataannya kata Hakuna Matata ini tidak terkenal seperti lah tahzan. Jika dipikirkan baik-baik kata ini mirip sekali dengan nama arti yang lagi terkenal cita citata yang mempopulerkan lagu "sakitnya tuh disini" atau jangan-jangan mereka adalah saudara (eeeh..!).

Berasal dari bahasa Swahili artinya adalah "jangan khawatir". Pertama kali di populerkan oleh film kartun walt disney yaitu Lion King. Saat ini sudah mulai banyak sekali kata-kata yang diawali "jangan". "Jangan khawatir", "jangan bersedih", mungkin nanti akan muncul kata "jangan ngupil" dengan menggunakan bahasa Jimbabwe.

Hakuna Matata, sebenarnya adalah kata yang mudah sekali untuk diingat. Karena Kata tersebut mengalami pengulangan. Seperti kupu-kupu, laba-laba dan lain-lain (Mmmm...).

Wednesday, 22 October 2014

New Beginning

Sudah lama sebenarnya saya ingin mengupdate design blog ini. Tapi belum sepenuhnya sempat. Akhirnya baru headernya saja yang saya ganti, Niatnya mau ganti keseluruhan yaitu header, latar belakang dengan menggunakan design sendiri, ganti font dan termasuk ganti muka sendiri. Haaahaa....

Adanya perubahan pada design blog membuat saya berpikir untuk memuat hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan dan dilengkapi foto-fotonya. Mudah-mudahan saja dapat menambah informasi kepada pembaca (garuk-garuk jempol, emang punya pembaca?).

Pada akhirnya blog yang tadinya saya buat untuk menampilkan sisi-sisi ke-absurd-an diri saya kini malah menjadi sebuah wahana yang lebih serius. Ternyata semuanya itu berkembang, seperti layaknya anak-anak kecil yang tumbuh menjadi lelaki dewasa ganteng atau lelaki kemayu barangkali... haha

Apapun hal itu. Saya harap blog ini dapat berbagi kepada orang lain.


Salam, 


Setan Diare

Monday, 8 September 2014

Memanusiakan diri

Hari ini saya pulang dari kantor berjalan kaki. Saya memang sengaja memilih berjalan daripada naik kendaraan, karena saya ingin hidup sehat. Mengingat badan saya yang makin hari makin melebar ke kiri dan ke kanan tak karuan seperti bus metro mini jakarta. Sehingga saya berjanji kepada pria yg setengah gendut yang selalu ada di depan kaca ketika saya menyisir "mulai hari ini  harus hidup sehat. titik." Haha..

Jarak kantor ke rumah dinas yang saya tempati tidak begitu jauh. Lurus, kemudian belok ke kanan lalu nyemplung ke selokan. Loh itu bukan rumah dinas saya, itu selokan yang ada di depan rumah, rumah yang saya tempati ada di depannya. 

Saya berjalan seorang diri. Ditempat saya ini jarang sekali orang yang melakukan sesuatu dengan berjalan kaki. Mereka lebih senang menggunakan kendaraan. Mau ke warung yg jaraknya cuma sejengkal tangan saja harus naik motor. Mungkin itulah salah satu penyabab saya jadi tambah lebar kayak doraemon. #tepokjidat.

Biasanya kalo sudah jalan sendiri seperti ini pikiran saya kemana-mana. Sepertinya mereka mau copot dari kepala lalu terbang ke langit-langit dan engak mau balik-balik lagi. Lupa Bbm, lupa sms apalagi ngirim surat lewat kantor pos. ck..ck..

Pikiran saya teringat oleh video youtube yang saya tonton sebelum pulang kerja. Seorang perempuan berbikini kemudian menari-nari lalu.. Loh.. bukan yang ini, tapi sesudah video ini. Video-nya Yohanes Surya, nah ini baru bener. 

Yohanes Surya adalah seorang fisikawan Indonesia. Dia berhasil mengantarkan putra putri indonesia mendapatkan penghargaan matematika di ajang nasional maupun internasional.  Pada video yang saya tonton dengan durasi sekitar16 menit ini diambil dari salah satu program TedX indonesia. Tempat dimana seseorang yang memberikan inspirasi serta memberikan perubahan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. 
Yohanes Surya
Sepertinya saya tidak perlu cerita panjang lebar seperti apa isi video itu. Tapi hal-hal yang ia lakukan telah menanamkan pertanyaan-pertanyaan besar di kepala saya. Apa yang sudah saya lakukan terhadap orang-orang sekitar saya? Apakah saya memberikan dampak yang positif bagi mereka? Apa saya membuat mereka bahagia? Apa yang bisa saya bagi / share buat mereka yang ada disekitar saya? Apakah saya berguna untuk orang-orang disekitar saya? Dan lain-lain sebagainnya.

Saya adalah orang yang beruntung. Tapi sifat dasar manusia masih tertancap di jiwa saya yang buruk ini. Saya pelit dengan ilmu, terkadang hati saya dihantui dengan kecemburuan dan iri hati. Saya jauuh dari sempurna. Masih banyak hal yang harus saya pelajari dan perbaiki di dalam diri ini. Terkadang saya malu sendiri jika melihat atau mendengar suatu kebaikan yang dilakukan orang lain kepada sesama. Kebaikan kecil tapi sangat berdampak besar bagi mereka. Sedangkan saya belum bisa melakukan hal-hal seperti itu. Apakah anda bahagia setelah membaca tulisan ini? Apakah anda mendapatkan informasi yang menarik dari tulisan? Tuh kan.. pasti dua pertanyaan tersebut jawabannya adalah mau muntah atau lempar komputer ke sungai.

Hal-hal kecil itu bisa berupa apa saja. Misalnya seperti Ucapan selamat pagi, terima kasih, permintaan maaf, melemparkan senyuman buat bapak-bapak berkumis yang lagi baca koran (Looh..!!) Membantu nenek jompo yang mau menyeberang sungai (Eehhh...!!) sms mesra seperti "aku sayang kamu" buat si pacar (walaupun belum tentu dibalas, cuma di read doang.. haha) tapi jangan berkecil hati semua itu akan menimbulkan dampak yang sangat.. sangat.. berbeda buat hari-hari kita. Hehe.

Yang penting cuma satu, lakukan saja hal yang positif / kebaikan dan kebaikan itu akan berbalik kepada kita sendiri. Dan tidak hanya itu hal-hal kecil itu bisa saja sangat berarti bagi seseorang. Senyuman kita bisa aja menceriakan rekan kerja kita yang lagi pusing gara-gara kerjaan. Atau meringankan sahabat yang lagi galau karena kekasihnya selingkuh.

Saya sudah berada di samping selokan rumah. Sebelum saya sampai perkarangan rumah saya teringat oleh kata penutup Yohanes Surya "Ada harapan bagi mereka yang putus harapan. Selalu ada harapan".



Saturday, 12 July 2014

Sahabat

Pagi sekali saya terbangun, melihat jam di telepon seluler saya, waktu menunjukkan pukul 02.55 WIB. Antara sadar dan ngantuk saya langsung mengirimkan pesan singkat untuk seorang sahabat. menanyakan jadwal pesawat yang membawanya pulang ke kampung halamannya, Surabaya. Ia menjawabnya dengan singkat, tipikal dirinya, selalu bertolak belakang dengan saya yang kadang-kadang suka pecicilan kayak orang cacingan kecuali soal makanan. 

Dengan dirinya saya tidak pernah bisa menolak ajakannya untuk keluar rumah. Entah kenapa, walaupun badan pegal, capek sehabis pulang kerja saya selalu saja meng-iyakan. Jika sudah mengajak keluar, tujuannya cuma satu, makan makanan enak. Engak heran bahwa dirinya yang dulu seorang resimen dari Sekolah Tinggi Penerbangan kini badannya semakin melar. Kerjaanya kalau udah sampai rumah cuma satu, buka internet dan browsing blog otomotif.

Dari hidup sebagai bujangan hingga ia sudah memiliki anak kembar yang lucu saya telah mengenalnya. Pernah sekali ia menunjukkan surat cinta kekasihnya kepada saya, ia memaksa kalau saya harus membaca-nya. "bagus banget, loe harus baca, ini cewek gua yang nulis" katanya. Kadan-kadang saya menemukannya dia sedang bertelepon ria menggunakan bahasa jawa, kalau sudah seperti ini indikasinya cuma 2 hal, sedang menelepon orang tua atau menelepon kekasihnya.


Keinginannya sewaktu pertama kali bertemu dengannya cuma satu. Ia mengatakan bahwa ia ingin pergi dari tanah Borneo dan kembali ke kampung halamannya, berkumpul bersama keluarga dan kekasihnya. Ia berkata kepada saya, bahwa harta dan karir bukanlah masalah, selama bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Kenapa harus bekerja jauh sekali untuk mendapatkan uang, sementara kita meninggalkan keluarga dan orang-orang dekat dengan kita.

Hingga akhirnya keinginannya tercapai atas usahanya yang keras selama 4 tahun. Saya merasa kehilangan. Sudah engak ada lagi teman yang ngajakin saya makan-makanan enak tanpa mikirin biaya yang dikeluarkan.

Ternyata kita lebih merasakan kehilangan ketika seorang sahabat pergi dibandingkan kehilangan seorang kekasih. Sumpah engak bohong...haha. Kalau dipikir-pikir memang seperti itu kali ya. Kalau mau bicara jujur pria itu lebih senang diajak ngumpul dan melakukan kegiatan bersama para sahabat-sahabatnya dibandingkan dengan kekasihnya. Makanya ketika mereka di tinggal sahabatnya mereka lebih merasa kehilangan. 

Ada hal yang membuat kita bahagia yaitu ketika orang-orang terdekat dapat menggapai apa yang diinginkannya. Walaupun kita tahu bahwa kita akan kehilangan dirinya ketika dia mendapatkan apa yang diinginkannya selama ini. 

Jika saya bisa memilih saya merasa lebih baik bila mempunyai sedikit teman tapi bisa dipercaya dan seru diajak jalan daripada banyak tapi tidak satupun peduli satu sama lain.